Tiket Masuk Tugu Rubik

Pertengahan tahun 2016, saya melanjutkan studi program magister di salah satu universitas terbaik di Indonesia, tepatnya di program Magister Teknologi Informasi (MTI), Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada kesempatan kali ini saya membagikan pengalaman mendapatkan beberapa dokumen persyaratan masuk program magister ugm. Syarat yang akan saya bahas disini hanya syarat yang menurut saya butuh waktu, tenaga dan biaya untuk mendapatkannya. Syarat selengkapnya dapat dilihat di website resmi ujian masuk ugm.

Program masgiter teknologi informasi biasanya membuka pendaftaran dua kali selama satu tahun. Pendaftaran periode pertama dibuka sekitar bulan April-Juni. Pendaftaran periode kedua dibuka mulai bulan November-Januari. Saya mengikuti pendaftaran periode pertama, sekitar April-Juni 2016. Bukan perkara yang mudah memenuhi persyaratan masuk program magister di ugm. Butuh setidaknya waktu 2-5 bulan (mungkin lebih) untuk mempersiapkan semua persyaratan. Saya menyiapkan berbagai persyaratan mulai akhir tahun 2015.

  1. Sertifikat Toefl ITP/Accept ugm

Sertifikat toefl/accept ugm merupakan persyaratan yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang paling banyak (karena tes beberapa kali belum >=500 juga).hehehe Saya mengikuti tes Toefl ITP di Penelitian dan Pelatihan Ekonomi dan Bisnis (P2EB) UGM. Biaya yang harus saya keluarkan sekitar $32. Skor teofl yang saya peroleh belum memenuhi persyaratan masuk ugm. Walaupun belum memenuhi, saya tetap menggunakan sertifikat ini karena beberapa pertimbangan. Pertama dari segi biaya yang tidak sedikit jika saya harus tes lagi. Kedua dari segi waktu yang semakin mepet untuk mendaftar. Saat mendaftar program magister, skor toefl diperbolehkan belum memenuhi ketentuan, dengan syarat menandatangani surat pernyataan (format disediakan) yang menerangkan bersedia untuk memenuhi skor sesuai ketentuan sebelum lulus kuliah. Di magister teknologi informasi skor toefl sesuai persyaratan (>=500) harus dipenuhi ketika ingin mendaftar ujian pendadaran tesis.

Accept ugm juga bisa digunakan sebagai syarat pengganti Toefl ITP. Apa bedanya? Dari segi harga, accept lebih bersahabat tes accpet memerlukan biaya sekitar 100-200 rb. Karena harganya yang lebih bersahabat banyak calon mahasiswa magister yang menggunakan sertifikat accept ini. Saran saya jangan mendaftar di bulan-bulan menjelang pendaftaran program magister dibuka. Kenapa? Karena biasanya kuotanya akan cepat terisi penuh, karena banyak calon mahasiswa magister yang ingin mengikuti tes demi mendapatkan sertifikat ini.

Baik Toefl ITP dan accept memerlukan biaya, waktu, dan tenaga yang tidak sedikit. Toefl ITP di P2EB biasanya diselenggarakan 1-2 kali sebulan. Sedangkan Accept ugm diselenggarakan seminggu sekali. So, jika anda berniat untuk mendaftar program magister di ugm segeralah mulai mencari sertifikat toefl itp/accpet ugm. Lebih baik mana Toefl ITP dan accept? Tentu saja Toefl ITP, tapi jika anda belum yakin skor anda akan tinggi, cobalah accpet ugm terlebih dahulu karena biayanya yang lebih murah.

  1. Sertifikat PAPS/TPA Bapenas

Setelah mendapatkan sertifikat toefl, saya selanjutnya mulai mencari sertifikat PAPS(Potensi Akademik Pascasarjana). Tes paps diselenggarakan oleh ugm. Saya memilih tes ini karena akses yang lebih mudah dan biaya yang lebih murah daripada TPA Bapenas. Tes ini mirip tes psikologi. So, belajar sedikit-sedikit tes psikologi cukup membantu mengerjakan tes paps ini. Skor tes saya berhasil memenuhi standar skor yang ditetapkan untuk masuk program magister ugm. Saran saya sama dengan tes toefl/accpet, jangan mendaftar di bulan menjelang dibuka pendaftaran program magister karena biasanya kuotanya akan cepat terisi penuh. Jika skor belum memenuhi persyaratan silahkan saja tetap mendaftar, tetep diperbolehkan dengan syarat menandatangani surat pernyataan (format disediakan) yang menerangkan bersedia untuk memenuhi skor sesuai ketentuan sebelum lulus kuliah.

  1. Rekomendasi 2 Dosen

Rekomendasi dari dosen/atasan bagi yang sudah bekerja. Sebaiknya mencari dosen yang mempunyai jabatan tinggi, kalau bisa Rektor/Dekan. Kalau tidak bisa ya dosen yang cukup kita kenal baik saja. Saya rasa hal ini tidak sulit selama kita aktif mencari dan mendekati mereka. Saya mendapatkan rekomendasi dari dua dosen saya ketika S1.

  1. Proyeksi keinginan mengikuti program S2

Proyeksi berupa penjelasan singkat mengenai tujuan, motivasi, rencana topik penelitian, dan rencana setelah selesai studi. Sebaiknya dibuat dengan singkat dan jelas, tidak usah terlalu panjang. Contoh proyeksi keinginan akan saya berikan dilain kesempatan.

Setelah persyaratan di atas dimiliki, kita sudah memegang setengah tiket masuk tugu rubik. Tinggal setengahnya lagi harus diperoleh, yaitu dengan lulus ujian masuk program magister teknologi informasi ugm. Ujian masuk akan saya ceritakan dilain kesempatan. See yaaa…

Nb: Tugu rubik merupakan sebutan tak resmi untuk sebuah tugu yang berdiri tepat di tengah jalan masuk fakustas teknik ugm. Bentuknya mirip rubik, sehingga banyak mahasiswa teknik menyebutnya dengan tugu rubik.