Teknologi Informasi dan Kemiskinan di India

Pendahuluan

Saat ini kita berada di zaman peralihan dari masyarakat industri menuju masyarakat informasi. Masyarakat dipaksa untuk berevolusi dari masyarakat industri menuju masyarakat informasi. Teknologi informasi mempunyai peranan sangat penting dalam masyarakat informasi.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Teknologi informasi dapat semakin memberdayakan berbagi sektor kehidupan seperti pendidikan, hubungan sosial dan ekonomi. Akan tetapi di sisi lain teknologi informasi dijadikan kambing hitam oleh sebagian masyarakat dari ketidakberdayaan melawan revolusi zaman. Di era masyarakat informasi, kemajuan teknologi informasi suatu negara sangat berpengaruh terhadap kemajuan negara.

India telah membuktikan diri sedikit demi sedikit menjadi negara yang diperhitungkan dunia dengan menguasai teknologi informasi. Terbukti dengan diangkatnya orang India Sunda Pichai menjadi CEO dari salah satu raksasa internet dunia, Goole[1]. Teknologi Informasi di India dimanfaatkan dengan baik untuk mengurangi angka kemiskinan di pedesaan. Terlihat dari angka kemiskinan India yang semakin turun, tahun 2004-2005 memiliki garis kemiskinan sebesar 37.2% sedangkan pada tahun 2011-2012 presentase garis kemiskinan menurun menjadi 21.9%[2]. Bagaimana India memanfaatkan teknologi informasi untuk mengurangi angka kemiskinan?

India dan Kemiskinan

Pada akhir abad 20, India merupakan negara yang terkenal dengan kemiskinannya. Pada awal abad 21 pemerintah mulai melakukan revolusi untuk mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengentaskan kemiskinan mulai menunjukkan hasil di akhir dekade pertama abad 21. Hal ini dapat terlihat dari tabel di bawah ini:

Tabel 1. Presentase dan Jumlah Kemiskinan dengan Metode Tendulkar,
menggunakan Periode Referensi Mixed (MRP)
[2].

Dari tabel di atas terlihat bahwa tahun 1993-94 angka kemiskinan di India sebesar 45.3%. Setelah tahun 2000 angka kemiskinan semakin menurun dan terakhir pada tahun 2011-12 angka kemiskinan menurun hampir 50% dari tahun 2004-05, menjadi sebesar 21.9%[2]. Penurunan angka kemiskinan ini salah satunya didasarkan pada pemanfaatan teknologi informasi. Berbagai cara pemerintah India memanfaat teknologi informasi untuk mengentaskan kemiskinan antara lain: Dibangunnya insfrastuktur teknologi informasi di kantong kemiskinan, akses teknologi yang mudah dan murah, serta pelatihan penggunaan teknologi ke warga miskin[3].

Pengadaan Teknologi Informasi di Kantong Kemiskinan

Di Gujarat, India teknologi informasi digunakan untuk komputerisasi pada pusat penampungan susu[3]. Hal ini dilakukan untuk membantu para peternak sapi mendapatkan harga susu yang sesuai dengan harga yang ada dipasaran saat itu. Sebelum adanya komputerisasi, harga susu ditentukan sepihak oleh pihak penampungan susu, tetapi setelah adanya komputerisasi peternak susu dapat memastikan bahwa harga yang didapatkan sudah sesuai dengan aturan pemerintah dan harga pasaran. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dari para peternak sapi perah di Gujarat.

Masyakat kota di India cenderung melek terhadap teknologi terbaru, berbading terbalik dengan masyarakat kawasan pedesaan yang menjadi kantong kemiskinan. Dari survey yang dilakukan di lima desa di Andhra Pradesh, Uttar Pradesh, dan West Bengal ditemukan fakta bahwa sebagian besar masyarakat pedesaan disana hanya memiliki radio untuk mengakses informasi[3]. Hanya memiliki radio di zaman teknologi informasi ini menjadikan masyarakat pedesaan semakin terbelakang. Pengadaan teknologi informasi di kantong kemiskinan di India diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital antara masyarakat kota dan desa.

Kemudahan Akses ke Layanan Pemerintah

Sejak tahun 2000 pemerintah India telah memiliki layanan teknologi informasi yang dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Gyandoot yang merupakan perusahaan komputer milik pemerintah mengambangkan berbagai layanan untuk memudahkan akses warga ke pemerintah terutama warga miskin.

Layanan teknologi informasi yang membantu warga miskin salah satunya adalah KiosK[3]. KiosK merupakan layanan yang memungkinkan para petani untuk dapat mengetahui harga sayuran di berbagai pasar di India. KiosK juga memiliki layanan pengaduan masyarakat untuk mengadukan permasalahan di sekitar mereka, seperti saluran irigasi yang rusak dan harga yang tidak sesuai pasaran. KiosK ditempatkan ditempat di titik strategis yang menjadi pusat perniagaan petani.

Akses Teknologi Murah

Pemerintah India memberikan subsidi khusus terhadap layanan akses teknologi infromasi[3]. Penyedia layanan teknologi informasi diberikan kemudahan dalam regulasi, sekaligus diberikan dana untuk mengembangkan layanannya diberbagai kantong kemisikinan di India. Kebijakan subsidi akses teknologi ini, tidak hanya menguntungkan pihak penyedia layanan tapi juga sangat membantu warga miskin dalam hal akses terhadap teknologi. Warga miskin yang sebelumnya sulit mendapatkan akses teknologi menjadi mudah dalam mengakses teknologi sesuai dengan kemampuan mereka. Ketersediaan infrastuktur menjadi kunci warga di daerah kantong kemiskinan dapat mengakses dunia luar.

Pelatihan dan Kesadaran Warga

Adanya infrastuktur, akses mudah dan murah belumnya cukup menjadikan warga miskin menggunakan teknologi dengan baik dan benar. Pemerintah India mengadakan pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi di kantong kemiskinan secara konsisten. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini diharapkan timbul kesadaran warga untuk dapat menggunakan teknologi dalam rangka meningkatkan taraf hidup mereka, sehingga akan mengurangi angka kemiskinan di India pada akhirnya.

Kesimpulan

India berhasil memanfaatkan teknologi informasi untuk mengatasi permasalahan klasik dalam urusan dalam negeri mereka yaitu kemiskinan. Dari negara yang dianggap miskin kini dengan perlahan meninggalkan kemiskinanya. Kemudian menjadi salah satu negara raksasa teknologi informasi. Hal ini tidak terlepas dari keberanian pemerintah untuk melakukan suatu revolusi kebijakan pemanfaatan teknologi informasi pada awal abad 21.

Referensi

[1] Neate, Rupert. Google’s Sundar Pichai Becomes Highest-paid CEO in US. The Guardian: 2016. Availabe: https://www.theguardian.com/technology/2016/feb/08/google-sundar-pichai-shares-highest-paid-ceo [Access: 2 Oktober 2016]

[2] Poverty Estimates 2011-2012. Press Note: Goverment of India Planning Commission. 2013.

[3] Using Information an d Communications Technology to Reduce Poverty in Rural India. Prem Notes: The World Bank. 2002.

Penulis: ananglutfi