Cintamu Telah Berlalu

Pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam rindu

Masih(MUNGKIN) seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat

Potongan lirik lagu yang selalu menjadi pelipur lara di kala hati ini rindu akan cintamu(baca:kotamu).

Tahun 2008 merupakan tahun pertama kali dimana saya menjejakkan kaki untuk menyelami cintamu. Merantau sebagai pencari ilmu, pencari jati diri, dan pencari masa depan (pencari jodoh juga :D). Entah kenapa 7 tahun telah berlalu, saya pun telah bepaling ke banyak cinta yang lain, tapi tak ada yang bisa menyamai cintamu. Tak pernah sama!!!

1. Malam-malammu

Romantis dan eksotis, entah kata apa yang paling tepat menggambarkan malammu. Menikmati suasana nol km, alkid, code, atau sekedar kongkow di warung borjo bersama teman. Menikmati malam-malammu memang tak sama dengan menikmati malam di cinta yang lain. Tiada duanya!!!

2. Angkringanmu dan Borjomu

Perut kosong dompet kering??? Angkringanlah jawabannya. Dengan harga sangat merakyat, angkringan merupakan jawaban dari para perantau untuk sekedar mengganjal perut. Pengusaha, karyawan, salesmen, pengamen, penarik becak, tukang ojek, pelajar, mahasiswa semuanya menjadi sama kalau sudah duduk di angkringanmu. Tak ada batas yang menghalangi, satu sama lain saling menghargai dan menanggalkan statusnya. Suasana jagongan yang tidak ternilai harganya.

Angkringan Pak Dal, merupakan angkringan tempat saya sering menghabiskan waktu di kala malam. Letaknya yang strategis di seberang jalan selokan mataram gejayan yang sangat ramai, tepi sungai, dan tentunya dekat dengan kos saya menjadi daya tarik tersendiri. Pak Dal merupakan cerminan kebanyakan penjual angkringan yang supel, ngayomi, dan njawani. Teh jahe merupakan minuman favorit saya saat berada di angkringan ini. Tehnya yang beraroma kuat ditambah panasnya jahe menjadi teman menikmati malam nan eksotis ala kaki lima. Sekarang angkringan Pak Dal sudah tidak lagi berada di seberang selokan mataram, tergusur oleh “majunya” zaman, keprasahan wong cilik berhati besar yang tak berdaya melawan pembangunan. Semoga ketika saya kembali saya dapat bersua kembali dengannya menikmati teh jahenya lagi.

Banyak sekali warung borjo di kotamu, hampir setiap jalan setiap gang pasti ada warung borjo. Warung ini dinamakan borjo(bubur kacang ijo) tapi anehnya hampir semua warung burjo tidak menjual borjo. Warung borjo seberang angkringan Pak Dal merupakan tempat favorit saya makan. Nasi telur dan mie dok-dok, menu favorit ketika berada di warung borjo ini.

3.Mahasiswimu

Kota pelajar, tak salah dilekatkan denganmu, ratusan perguruan tinggi berjajar di kanan-kiri jalanmu. Hal inilah yang membuat cintamu berbeda. Keluar kos langsung dihadapkan dengan hilir-mudik mahasiswimu nan cantik jelita. Nongkrong di kantin kampus sambil nggosip tentang mahasiswimu jadi hal yang sungguh saya rindukan. Mahasiswimu sungguh menyejukkan mata ini.

4.Senimanmu

Your city very romantic. Tak bisa dipungkiri senimanmu menjadikan kotamu begitu romantis. Silahkan rasakan sensasi berjalan di perkampungan sekitar taman sari, menikmati megahnya hasil karya seniman masa lalu bersanding dengan indahnya hasil karya seniman masa kini. Seniman jalanan di malioboro dengan senang hati menghibur para pejalan kaki dengan alunan angklungnya. Masih kurang? Sendratari Ramayana di Candi Prambanan saya yakinkan dapat menggambarkan kepada anda apa itu definisi sebenarnya dari keromantisan dan malam.

5.Ramadhanmu

Suasana ramadhanmu membuat saya begitu rindu. Sore hari menjelang berbuka jalanan selokan mataram sering macet panjang oleh para muda-mudi yang ingin buka bersama dengan pasangannya masing-masing. Sedangkan saya??? Bergerilya dari masjid ke masjid untuk sekedar mendapatkan takjil. Melas juga sih, tapi amat saya rindukan 😀

6.Sepadamu

Apa kabar JLFR??? Ngomong-ngomong sudah jumat ke berapa??? Jumat ke 23 pertama kali saya merasakan cintamu, bersepeda bersama keliling kota suka-suka. Sering saya bersepeda sendirian menikmati malam-malammu. Jalur utamanya Gejayan- Sagan-Bethesda- Kridosono-Abu Bakar Ali- Malioboro- Altar-Alkid. Bersepeda membuat saya dapat menikmati setiap jengkal sudut cintamu dengan lebih romantis. Minggu pagi sering naik ke kaliurang walaupun tidak pernah sampai kaliurang (mentok Pakem).hehehehe Cintamu yang satu ini tak pernah ku temui lagi selepas pergi.

 

Kini memang cintamu(baca:kotamu) telah berlalu

Entah untuk beberapa saat atau selamanya

Kemarin kau memanggilku kembali

Namun akan ku pastikan ketika aku kembali

Akan ku lakukan dengan cara yang lebih indah

Cintamu memang berbeda. Tak pernah sama!!!

Izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi

Bila hati mulai sepi tanpa terobati